Jumat, 07 Agustus 2009

akhir cinta

bintang yang ku tunjuk
cahayanya perlahan berubah kelam
hancur jatuh berantakan
padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya

taman langit seolah suram
petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,

bintang hati telah lebur terganti
namun tiada arti
sajak ku suram tak ada setitik terang

_mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu

_purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata

“ini yang terbaik” bisikmu

_daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta

_malam merapat pulang di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam.

lamunan

Ragaku yang terduduk dalam lamunku kini

tiada menorehkan senyuman abadi lagi

Hatiku yang telah kau iris dengan luka dalam

hingga tertembus jantung ini kini tiada menangis lagi

Yang terekam manis sekarang hanyalah status palsu yang selalu kujunjung tinggi pada tiap pemerhatiku

Aku tersesat pada hatiku sendiri karena kerelaan akan melepasmu pergi tuk menebus segala dosamu padaku

Namun saat akan ku cari jalan keluar

mengapa terjadi pesimpangan yang tiap artinya berbeda akan hatiku?

Suatau masa depan cerah tanpa dirinya

atau hanya hidup dalam kesalahan yang selalu membekas di hati

Dalam kebimbangan raga dan pikiranku

yang selalu tertuju pada sisi terburuk,

cahaya jalan penerangNya perlahan mulai mampu menerangi jalanku

Walau sampai sekarangpun ku hanya mampu berharap,kini ku hanya bisa menjalankannya sambil menunggu jawaban waktu

Kenangan

kenangan . . .

masa lalu sudah tak ada arti nya lagi..

yang teringat hanya canda dan kesedihan

dalam gelap hati aku menangis

mengenangpun tak jadi artinya

semua yang telah terjadi

takkan kembali dan sudah sirnah



kenangan . . .

kan tercipta bila kekasih pergi

tuk selamanya

bisikan hati yang tersimpan dalam bayangan telah jadi bintang

kali ini ku takkan biarkan ia terjatuh atau menangis